Querencia

(que-ren-cia)

(n.) A place where one feels safe.

--

Pesawat China Airlines Jatuh Dalam Penerbangan Ke Hongkong, Tewaskan 225 Orang

RMOL.ID-Pesawat China Airlines mengalami kecelakaan fatal saat terbang menuju Hong Kong dari bandara Taipei. Tepat di tanggal ini, 25 Mei, 18 tahun lalu, pesawat dengan nomor penerbangan CI 611 jatuh dari ketinggian 35000 kaki dan menewaskan 225 orang.

--

Hari keduapuluh lima di bulan Mei. Saya mengistimewakannya. Pun seperti hari ini.

Namun, ada yang saya cemburui diam diam tentang hari yang merebutmu pergi: juga Mei.

Sabtu, 25 Mei 2002

15.02
"Ai, ada orang yang berbaik hati menuntunku masuk, membantuku menelponmu lagi. Tapi menyebalkannya, aku tidak bisa melihat dan berbincang dengannya. Ei, sudah ya, pesawatnya akan segera berangkat. Sampai berjumpa denganmu, Ai."
Kamu memutuskan sambungan terakhir kita. Saya terkikik geli, bagaimana bisa kamu berbincang ketika mata dan telingamu sudah tidak bisa berfungsi lagi.

Senin, 25 Mei 2020

"Ai, aku beli nasi. Ayo makan bersama, aku lapar."

Sosokmu duduk di ruang tamu. Saya terkejut sambil terduduk. Enggan memajukan kursi roda, karena semenjak kemarin saya memutuskan untuk melupakan segalanya. Tentang kita.

"Aku kangen kamu, Aiden."

Sial, saya juga. Saya juga. Saya juga. Sumpah demi Tuhan saya juga kangen kamu.

"Ai, sekarang aku bisa melihat. Aku bisa ngerti kamu lagi ngapain. Aku bisa paham orang bilang apa."

Kamu mendekat. Tersenyum hangat. Tapi ini bukan kamu. Sungguh ini bukan kamu. Raja-ku tidak bisa melihat. Dia tidak bisa mendengar. Sedang kamu tidak buta maupun tuli!

Saya menggeleng keras-keras. Mulut saya membuka, namun sepandai apapun saya merangkai kata, yang keluar hanya kalimat semu belaka. Tidak, tidak, tidak. Air mata turun dengan deras, di iringi isak dan raung kosong.

...Itu saya, kah?

"Ai, jangan menangis. Aku minta maaf belum sempat pamit. Aku juga ingin kembali. Tapi, bahkan untuk meluk kamu saja aku enggak bisa. Sakit, Ai. Aku harus gimana?"

Saya menengok ke arah kalender.
25 Mei 2020.
Kemudian bergerak ke arah jam dinding.
17.57.

Sebentar lagi. Tidak, waktunya habis, jangan. Raja-ku..

Saya semakin terisak. Meraung-raung, menjatuhkan diri dari kursi roda. Hirap sudah kewarasan saya. Hilang sudah otak saya dari kepala. Sambil merangkak pelan menuju sofa, saya terus saja berteriak dengan udara kosong. Berusaha menjangkau rentangan tangan kamu.

Bawa saya, Raja. Sungguh, saya kangen kamu. Saya kangen pelukanmu. Saya kangen suaramu. Saya kangen segalanya tentang kamu.

17.58

Kamu masih tersenyum. Bulir bening lolos dari mata indahmu. Mata yang tiap kali kosong ketika saya tatap. Mata yang kerap kali teringat ketika saya meratap.

17.59

Tidak, waktu, tolong berhenti-

18.00

HUSHH!

Saya berhasil melompat ke sofa, demi mendapati hal sia sia. Yang saya dekap kini hanya udara kosong melompong. Raja pergi.

Dan lagi-lagi, tepat setelah 6575 hari, di jam yang sama, di tanggal yang sama, di bulan yang sama: Mei merenggutmu, kembali.

(Aiden; kalah telak dengan Mei, lagi)

©2020 by Sam Wang

No publications here.