Diketahui bahwa diabetes lebih sering terjadi pada orang dewasa. Namun, ibu juga harus mewaspadai pradiabetes, yang menyerang banyak anak dan juga orang dewasa. Sayangnya, orang tua masih belum memahami sepenuhnya apa itu pradiabetes dan gejalanya pada anak.
Kondisi pradiabetes dapat menyebabkan diabetes pada usia dini pada anak-anak jika tidak segera ditangani. Selain itu, mungkin sulit bagi anak-anak untuk mempertahankan gaya hidup yang ketat dalam keadaan seperti ini. Sebagai orang tua, ibu, dan ayah, penting untuk memahami apa itu pradiabetes dan gejalanya pada anak.
Pradiabetes sebenarnya bukan diabetes. Kondisi ini dapat dijelaskan ketika kadar gula darah berada di atas batas normal tetapi tidak cukup tinggi untuk disebut diabetes. Namun, penderita pradiabetes dapat mengembangkan diabetes tipe 2 jika tidak segera diobati.
Pradiabetes juga merupakan peringatan tentang bahaya diabetes. Diabetes masih bisa diobati dengan mengubah gaya hidup yang lebih sehat. Dengan demikian, kondisi pra-diabetes tidak berkembang menjadi diabetes.
Menurut Pusat Penyakit dan Pencegahan, gejala pradiabetes biasanya tidak diperhatikan oleh orang-orang. Pradiabetes ditandai dengan gejala seperti cepat haus, sering buang air kecil, penglihatan kabur, kelelahan, dan penggelapan kulit di bagian tubuh tertentu, seperti leher, ketiak, siku, lutut, dan buku-buku jari.
Sementara itu, American Diabetes Association menjelaskan bahwa mengidentifikasi beberapa gejala pradiabetes pada anak lebih sulit karena kondisi anak masih berlangsung. Namun, ibu dan ayah harus mewaspadai hal-hal berikut yang dapat meningkatkan risiko pra-diabetes pada anak:
1. Anak jarang bergerak.
Anak-anak yang lebih suka duduk diam dan kurang aktif memiliki risiko lebih besar terkena pradiabetes dibandingkan mereka yang aktif atau banyak bergerak.
2. Kegemukan atau Obesitas
Anak yang kelebihan berat badan biasanya memiliki kadar gula darah yang tinggi. Juga, anak-anak jarang mengikuti tes gula darah rutin. Hal ini memungkinkan pankreas untuk melakukan pekerjaan memproduksi insulin untuk mengontrol kadar gula darah.
3. Ada faktor genetik
Jika ada anggota keluarga dalam keluarga, seperti ibu atau ayah yang menderita diabetes tipe 2, anak memiliki risiko lebih tinggi terkena pradiabetes.
4. Ibu mengalami diabetes gestasional selama kehamilannya
Selain faktor keturunan, anak-anak memiliki risiko lebih besar terkena pradiabetes jika mereka mengalami diabetes gestasional selama kehamilan.
Bunda, pradiabetes masih bisa dicegah. Bahkan jika anak Anda telah didiagnosis dengan pra-diabetes, gaya hidup sehat dapat membalikkan kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah pra-diabetes pada anak Anda.
1. Hindari minuman manis dan minuman bersoda, seperti minuman instan atau kemasan. Ajari mereka untuk minum banyak air sejak usia dini.
2. Makan makanan yang seimbang dan bergizi, perbanyak sayur dan buah, serta hindari makanan yang tidak sehat.
3. Mengembangkan keterampilan motorik besar dengan mendorong anak untuk aktif bergerak bermain. Jangan biarkan anak-anak bermain dengan perangkat sambil duduk atau berbaring terlalu lama.
link dengan pola Gacor Hari ini https://cuantogel123.com/
4. Berikan contoh pola hidup sehat pada anak. Seorang ibu tidak boleh menghalangi atau mengarahkan seorang anak, tetapi baik ibu maupun ayahnya sendiri tidak dapat menjalani hidup yang sehat.
Berikut beberapa hal penting yang perlu ibu dan ayah ketahui tentang pradiabetes pada anak. Pra-diabetes bisa menimpa siapa saja, jadi mari berhati-hati mulai sekarang!