Bila Anda ingin menggunakan kontraktor renovasi rumah atau jasa renovasi rumah untuk merenovasi rumah anda, tentunya anda tidak mau proses pekerjaan renovasi rumah Anda “bermasalah” yang disebabkan oleh kinerja kontraktor rumah Anda bukan?
Banyak kemungkinan masalah yang terjadi selama proses renovasi rumah, bisa berupa pembengkakan biaya, material bangunan yang tidak sesuai RAB hingga bentuk bangunan yang berbeda dari desain yang disepakati. Semuanya bisa anda hindari kalau anda jeli dalam memilih jasa renovasi rumah atau kontraktor renovasi rumah yang profesioanl dan membuat hati anda tenang dan tidak was-was dalam mewujudkan rumah idaman anda
Ciri kontraktor renovasi rumah yang profesional

Kontraktor renovasi rumah yang profesional sebenar bisa dilihat sejak awal. sebelum memutuskan pilihan anda, sebaiknya anda mengetahui ciri-ciri kontraktor renovasi rumah yang profesional antara lain:
Punya surat kontrak kerja: Seusai dengan namanya, kontraktor rumah diambil dari kata kontrak yang berarti hanya mengerjakan sesuai dengan kontrak yang disepakati. Kontraktor yang profesional pasti memiliki kontrak kerja yang jelas antara pihak Anda selaku pemilik rumah dengan pihak kontraktor itu sendiri. Kontrak tersebut harus jelas menguraikan jenis dan item pekerjaan, proses pelaksanaan pekerjaan renovasi rumah, biaya dan sistem pembayaran, serta menjelaskan pengelolaan masalah yang mungkin akan timbul. Kontrak juga merupakan suatu pelindung dan acuan bagi Anda sebagai pemilik rumah maupun kontraktor rumah itu sendiri bila ada sesuatu yang berjalan tidak semestinya.
Penawaran harga yang wajar. Hindari kontraktor bangun rumah yang menawarkan harga jauh di bawah harga semua kontraktor lainnya. Walaupun kelihatannya murah dan dianggap memiliki harga terbaik, tapi tidak akan dapat menjamin hasil pekerjaan yang terbaik. Umumnya kontraktor rumah seperti itu akan menekan biaya dengan mengorbankan kualitas baik dari segi kualitas material bahan bangunan atau pengurangan volume, yang justru akhirnya akan menimbulkan beban lebih banyak lagi kelak bagi Anda sebagai pemilik rumah karena harus membuat ulang atau memperbaikinya.
Persyaratan uang muka (down payment) yang wajar. Umumnya kontraktor akan mengenakan uang muka sebagai tanda jadi atau biaya pelaksanaan pekerjaan awal bangun rumah Anda sebesar maksimal 25%. Uang muka tersebut disesuaikan dengan progres pekerjaan awal yang umumnya hingga selesai proses pekerjaan pondasi atau mulai pekerjaan dinding dan struktur. Hindari kontraktor yang menuntut pembayaran uang muka yang besar apalagi yang mensyaratkan pembayaran penuh.
Mudah dihubungi. Kontraktor bangun rumah atau pemborong bangunan yang profesional pasti memiliki alamat yang jelas, kantor fisik yang nyata, telepon, dan email. Kontraktor rumah yang profesional pasti akan menanggapi pertanyaan-pertanyaan Anda secara tepat waktu, santun dan profesional.
Memiliki catatan keuangan yang baik. Bila mungkin usahakan mengetahui catatan keuangan yang dimiliki kontraktor Anda. Sebuah laporan kredit macet pada kontraktor Anda bisa jadi merupakan petunjuk kemungkinan adanya praktek-praktek bisnis buruk yang dapat membahayakan proyek bangun rumah Anda.
Dapat memberikan referensi pelanggan. Kontraktor bangun rumah atau pemborong bangunan yang profesional seharusnya memiliki referensi proyek pembangunan rumah atau renovasi yang pernah maupun sedang dikerjakan.
Bila ciri-ciri di atas ada pada kontraktor rumah yang akan mengerjakan proyek bangun rumah Anda, maka seharusnya Anda dapat lebih tenang dalam menanti hasil akhir rumah tinggal yang Anda idam-idamkan.
#renovasirumah