Sebelum namanya menjadi ”▆▆▆”, ia dikenal dengan identitas Harker Parrish.
Di Queensland bagian selatan, Harker sudah beberapa kali muncul dalam laporan polisi sejak usia enam belas tahun—pencurian kendaraan, penyelundupan obat sintetis skala kecil, kepemilikan identitas palsu, sampai dugaan keterlibatan dalam distribusi barang curian lintas pelabuhan Brisbane dan Gold Coast. Tidak ada kasus besar yang cukup kuat untuk mengurungnya lama, tetapi namanya terus muncul di sekitar orang-orang yang salah.
Kabarnya, kedua orang tuanya sudah tiada, dan Harker Parrish telah hidup di bawah payung foster care dari usia belasan tahun.
Harker bukan anggota inti organisasi kriminal mana pun. Ia lebih mirip “ghost courier”; anak muda yang hidup nomaden, menggunakan identitas ilegal, mengantar barang tanpa banyak melontar pertanyaan, lalu menghilang sebelum situasi memburuk. Justru, di ”industri semacam ini” ia tipe orang yang berguna karena tidak punya akar.
Dan itu yang membuatnya berakhir di dekat kelompok kriminal bernama Off Grid Syndicate atau biasa disebut O.G.
Di permukaan, O.G. hanyalah jaringan perdagangan ilegal kecil yang bergerak lewat bengkel motor, gudang pelabuhan, dan tempat judi bawah tanah. Realitanya, mereka menjalankan banyak operasi kotor mulai dari perdagangan identitas palsu, pemerasan, kurir narkotika remaja, loansharking, battery & assault, bahkan rumah tahanan ilegal untuk “menyimpan” anak-anak yang dianggap masalah sebelum dipindahkan atau dihabisi.
Salah satu stash house mereka berada di Newcastle, tersembunyi di bawah bangunan karaoke tua dekat kawasan dermaga. Tempat itu dipenuhi uang tunai, senjata rakitan, hard drive transaksi, dan beberapa tahanan remaja yang digunakan sebagai kurir paksa. Harker datang ke sana hanya untuk mengantar paket dan pergi.
Bak difilm-film mafia yang dibintangi Pacino, De Niro dan Pesci, Harker kali ini mengambil peran sebagai ’si bernasib malang’, yakni pria yang berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.
Malam itu, dua anggota muda O.G. bertengkar soal uang dan barang hilang. Perkelahian berubah brutal dalam hitungan menit. Salah satu dari mereka membawa beceng, yang lain membawa jerry-can penuh bensin untuk mengancam. Nyatanya, tak ada yang benar-benar berniat membakar tempat itu sampai seseorang menembak lebih dulu.
Sisanya berubah kacau. Seisi neraka seperti lepas ke dalam bumi manusia.
Api menjalar terlalu cepat ke ruang bawah tanah, asap memenuhi lorong sempit. Beberapa tahanan ilegal terkunci di dalam. Harker mencoba membuka salah satu pintu besi, tetapi mekanismenya macet dan ia tidak tahan dengan panas yang mengalir lewat konduktor tersebut. Dalam kekacauan itu, ia menemukan sebuah koin logam hitam kecil di lantai dekat ruang administrasi.. koin aneh dengan insignia geometris menyerupai lingkaran patah di tengahnya. Ia mengambilnya tanpa berpikir, lebih karena refleks pencuri daripada alasan lain.
Beberapa menit kemudian seluruh bangunan terbakar. Tujuh orang tewas, dua di antaranya remaja di bawah umur.
Dan karena sebagian saksi melihat Harker keluar hidup-hidup dari bangunan sebelum ledakan utama terjadi, namanya langsung masuk daftar pencarian O.G.
Mereka percaya Harker mengetahui terlalu banyak. Lebih buruk lagi, mereka mengira ia mencuri sesuatu dari stash house sebelum minggat.
Selama hampir tiga bulan berikutnya, Harker hidup berpindah-pindah menggunakan identitas palsu. Tidur di motel murah, bangsal-bangsal kosong, dan apartemen orang yang tidak cukup bijak untuk menanyakan masa lalunya. Namun semakin lama, semakin banyak hal janggal mulai terjadi di sekitarnya.
Kabar burung mengenai database identitas para pelaku kriminal mulai bermasalah.Kata mereka beberapa catatan-catatan kriminal mendadak hilang, dan salah satu kenalan Harker mengatakan bahwa salah satunya adalah folder milik Harker Parrish itu sendiri.
Foto wajahnya di sistem kepolisian seperti corrupt.
Sidik jari yang sebelumnya cocok mulai mismatch.
Seorang petugas patroli pernah menghentikannya karena wajahnya mirip buronan, namun lima menit kemudian petugas itu justru meminta maaf karena merasa “salah orang.”
Di sinilah Etheros mulai menendang lebih kuat ke dalam jiwa Harker. Pelan-pelan, keberadaan Harker Parrish seperti sedang dihapus dari realitas administratif.
Ia sendiri tidak memahami apa yang terjadi. Yang ia tahu hanyalah migrain, mimisan, dan rasa asing setiap kali melihat cermin terlalu lama.
Akhirnya Harker tertangkap di pinggiran Cranley setelah sebuah transaksi identitas ilegal berujung perkelahian kecil di parkiran minimarket. Polisi federal yang menangkapnya bahkan tidak yakin siapa sebenarnya orang yang mereka borgol malam itu. Namun karena Harker sudah punya banyak prior records dan diduga terhubung dengan insiden Newcastle, ia tetap diproses dan dikirim ke Windale Juvenile Correctional Facility sambil menunggu sidang lanjutan.
Masalah terbesarnya bukan kasus lama.
Melainkan fakta bahwa salah satu saksi kebakaran Newcastle ternyata masih hidup.
Dan saksi itu mengaku melihat Harker membawa sesuatu keluar dari stash house sebelum api menyebar.
Itulah alasan hakim menjatuhkan extended detention order menjelang ulang tahunnya yang ke-21. Secara hukum, Harker diduga punya banyak identitas ilegal, berpotensi menghilangkan barang bukti, dan terhubung dengan organisasi kriminal lintas negara bagian.
Windale dipilih karena fasilitas itu memiliki blok tahanan khusus untuk “high-risk youth offenders” yang menunggu transfer ke penjara dewasa.
Blok C.
Tempat paling busuk di seluruh fasilitas.
Windale sendiri sudah lama setengah membusuk oleh korupsi. Beberapa sipir menerima uang dari kelompok kriminal yang cukup besar namanya, yakni Delorme Crew. Ternyata Delorme Crew bekerja sama dengan sisa jaringan O.G. Blok C dipenuhi anak-anak yang tahu terlalu banyak; seperti kurir dalam transaksi penting, saksi pertukaran dan transaksi besar, mantan anggota geng remaja, atau tahanan yang belum sempat “dibersihkan.”
Dan Harker mulai ”sadar”. Sadar terlalu banyak akan apa yang terjadi sebelumnya.
--- Nama-nama penting yang selama ini bersembunyi di balik desas-desus warga sipil. Nomor rekening. Rute pelabuhan.
Bahkan mungkin tanpa sadar melihat wajah seseorang yang tidak seharusnya ia lihat di Newcastle.
Maka pada malam 14 November, keputusan dibuat. Blok C akan “dibersihkan” saat listrik padam.
Kerusuhan kecil direkayasa sebagai pengalihan.Dan beberapa tahanan akan mati dalam kekacauan.
Harker baru menyadari semuanya beberapa menit sebelum penyerangan dimulai.---
Hujan turun di luar Windale ketika lampu blok berkedip menjelang pukul 02:17 dalam zona waktu Australian Eastern Standard Time. Teman selnya, Mason Lee, masih setengah tidur ketika tiga pria berseragam keamanan memasuki koridor dengan cable ties dan pistol tersembunyi di balik jaket anti-hujan.
Saat itulah Etheros menghantam Harker sepenuhnya. Bukan rasa takut yang memicu Fragmen hitamnya. Melainkan kemarahan.
Kemarahan karena ia sadar seluruh tempat itu memang sengaja dibuat untuk membuang orang-orang seperti dirinya. Anak-anak bermasalah yang cukup miskin, cukup kriminal, dan cukup tidak penting untuk dihapus diam-diam tanpa konsekuensi berarti.
Ia melihat sipir membiarkan pintu tertentu terbuka.
Mendengar salah satu penjaga berkata:
“Just let them handle Block C.”
Dan di titik itu, sesuatu dalam diri Harker pecah. Kalau mereka mau ia mati diam-diam di tempat busuk itu, maka seseorang akan membayarnya. Koin hitam dari Newcastle masih ada di sakunya malam itu. Saat jarinya mencengkeram logam dingin dengan insignia lingkaran patah tersebut, dunia mendadak seperti tersendat.
Lalu ia mati. Cepat sekali terjadi. Ia seakan berada dalam rekaman ulang di mana dirinya tertembak saat mencoba kabur lewat lorong laundry. Namun sepersekian detik setelah kematian yang ia kira menjadi akhir hayatnya, Harker kembali ke titik awal beberapa menit sebelumnya.
02:17. Australian Eastern Standard Time.
Lampu masih menyala. Mason masih tidur, dan lagi-lagi langkah kaki para penyerang baru terdengar di ujung koridor. Seperti jika dirinya sedang menggunakan fitur replay saat bermain video gim sepak bola.
Awalnya Harker mengira dirinya kehilangan akal sehat. Tetapi setelah ”loop” kedua… ketiga… keenam… ia mulai memahami dasar dari... apa yang ia sebut ”anugrah tiba-tiba”. Harker mencoba mencerna cara kerjanya secara instingtif, meskipun pada saat yang bersamaan ia berpikir bahwa semua akumulasi stres sudah mulai menggerogoti akal sehatnya dan membuatnya menyaksikan hal yang tidak masuk akal.
Bermodalkan mengandalkan insting dan feeling semata, dirinya selalu kembali ke titik sebelum ia.. menghadapi kematian, lagi dan lagi dan lagi. Memorinya tetap terbawa, tetapi situasi yang terjadi tidak pernah selalu identik sempurna seperti “loop-loop” sebelumnya.
Kadang penjaga bergerak lebih cepat.
Kadang tahanan lain panik lebih awal.
Kadang jalur kabur tertutup suatu objek lebih dulu dari entah faktor apa yang menjadi variabel penentu.
Semakin jauh ia mencoba mengubah kejadian, semakin kacau variabel yang muncul. Karena itu Harker tidak pernah berhasil “kabur sempurna.”
“Anugerah Tiba-Tiba” ini ternyata bukanlah alat menuju perfect ending.
Ia hanyalah simulasi probabilistik brutal yang memberinya kesempatan mencoba kemungkinan lain sambil perlahan menghancurkan mental dan tubuhnya sendiri.
Loop terakhir malam itu tidak menyelamatkan semua orang karena seingatnya, beberapa tahanan tetap mati. Dua penjaga korup terbunuh dalam kerusuhan... yang mana Harker langsung melempar umpatan setelah itu terjadi. Oh, ya, dan Blok Laundry terbakar akibat panel listrik yang meledak.
Tetapi Harker berhasil membuat cukup banyak kekacauan untuk menggagalkan eksekusi total di Blok C. Dalam kondisi mimisan berat, memar serta pegal-pegal di sekujur tubuh yang setengah sadar, ia sempat melihat salah satu penyerang panik karena “target utama” mereka hilang dari kamera pengawas. Pada titik itu, sepertinya Harker Parrish secara praktis sudah tidak ada lagi di sistem mana pun.
Ia rasa Etheros menghapus sisa-sisa identitasnya sepanjang malam itu.
Ketika akhirnya petugas federal dan tim investigasi khusus datang beberapa jam kemudian, mereka menemukan seorang pemuda tidak sadar di ruang laundry dengan data identitas yang nyaris mustahil diverifikasi.
Dan ketika ia bangun beberapa hari kemudian, sebagian besar ingatannya sudah hilang.
Nama “Harker Parrish” tidak lagi berarti apa-apa baginya.
Satu-satunya hal konkret yang ia temukan hanyalah tulisan pudar di bagian belakang seragam tahanan lama yang tergantung dekat ruang laundry...
RYKER UNIT – BLOCK C
Sebagian huruf hilang terkena pemutih dan darah kering, namun bagi pemuda yang ingatannya baru saja runtuh, tulisan itu terbaca sangat keren untuk dijadikan nama.
Jadi ia mengambilnya.
“Ryker. Panggil saja Ryker.” Jawab sang pemuda berusia 21 tahun itu saat diinterogasi di dalam ruang kedap suara, dengan identitas lembaga yang sangat asing baginya; Ethervale.