Dear brother,

Kemarahan, kedukaan, ketakutan dalam diri adalah emosi negatif yang seharusnya bisa dijadikan penggerak untuk menuju hal yang lebih baik. Menggunakan emosi negatif ini tanpa berlogika sama halnya memberikan diri tenggelam dan terbakar dalam keputusan untuk hidup dalam ketidakwarasan.

Namun, apakah mungkin bisa berlogika ketika masih membiarkan emosi negatif itu lekat dalam diri?

Seringkali ketika emosi negatif itu muncul, secara tidak sadar, daya dan upaya membuat lebih besar emosi negatif ini adalah yang lebih utama untuk dipenuhi. Kemarahan tumbuh menjadi dendam, kedukaan menjadi ketidakberdayaan, ketakutan menjadi pengerdilan diri. Terlebih lagi, tindakan untuk membesarkan emosi negatif ini menjadi sebuah kewajaran yang diamini dan diimani.

Kehidupan selalu menjadi guru yang baik, cuman terkadang manusianya yang enggan untuk belajar. Melepaskan hal yang tidak baik, termasuk meninggalkan lingkungan yang buruk adalah salah satu cara yang bijak agar tetap hidup dan bertumbuh dalam kehidupan ini. Kesadaran dan penerimaan diri bahwa sedang tidak baik-baik saja perlu dibangunkan terlebih dahulu, orang pertama yang bisa melakukan hanya diri sendiri.

Best regards,

nimh