Berapa kali rata-rata orang dewasa berak dalam sepekan? 7? 5? Sebuah artikel di situs obat pencahar bilang kalau orang dewasa rata-rata berak 3 kali seminggu. Makanan menghabiskan waktu 24-72 jam dari pertama kali masuk rongga mulut hingga akhirnya ia keluar dari lubang dubur.
Nah, bayangkan ada sebuah kabupaten di mana, karena salah pilih Bupati, semua warganya, kecuali yang belum mimpi basah dan menstruasi, dikutuk oleh dukun calon bupati yang kalah, sehingga mereka punya sistem pencernaan ajaib.
Mereka dikutuk bisa makan segalanya dan hanya perlu makan satu suap sehari. Tapi sebagai gantinya mereka diharuskan untuk berak setiap 280 detakan jantung.
Awalnya warga panik. Malu. Dan panik.
Segelintir kalangan super mampu coba berobat ke kabupaten tetangga, mencari cara terbaik untuk mengurangi kecepatan denyut jantung mereka. Ada yang bahkan mencari cara agar darah tetap bisa mengalir tanpa perlu jantung berdetak.
Lain lagi dengan kalangan di bawahnya. Beberapa warga yang lumayan mampu melakukan panic buying, menimbun popok dewasa. Barang tersebut jadi komoditas langka, dan harganya menjulang tinggi, bahkan mempengaruhi harga di kabupaten lain.
Warga yang pas-pasan pilih menggunakan popok DIY yang dibuat dari kain perca. Tinggal pakai, beraki, cuci, keringkan, pakai, beraki, cuci, keringkan, dan begitu seterusnya.
Warga yang pra-sejahtera memutuskan untuk bertelanjang pantat. Kepalang tanggung, pikir mereka.
Orang pun berak sambil terus beraktivitas. Ekonomi harus tetap berputar, pesan Bupati.
Ada yang berak sambil mencuci motor. Ada yang berak sambil trading mata uang kripto dan valas. Ada juga yang berak dahsyat sambil bersenggama (yang dahsyat juga).
Seiring berjalannya waktu, warga kabupaten ini mulai terbiasa dengan kutukan yang mereka derita. Tak ada lagi malu, tak ada lagi rasa risih.
Bahkan mereka mulai bisa mengenali feses satu sama lain. Feses milik Romli, remaja tanggung yang doyan menjaga lahan parkir, punya tekstur yang lumayan keras dan kering, tapi ukurannya kecil-kecil seperti boba.
Selain itu, dengan maraknya aktivitas berak ini, mulai banyak usaha rintisan, mulai dari bidang pengolahan limbah hingga kursus meditasi kian menjamur.
Lapangan pekerjaan baru dibuka. Semua diregulasi dengan baik. Ekonomi masyarakat kabupaten tersebut pun tumbuh.
Sungguh indah.